ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280

Bosan menikmati wisata alam pegunungan, air terjun, sungai, pantai dan hiburanlainnya, datang saja ke Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.
Di sini ada jenis wisata lain yang tak kalah menarik.
Kabupaten Pringsewu yang
berjarak sekitar 40 kilometer dari kota Bandar lampung ini, anda bisa mendapati
perpaduan wisata sejarah dan agrowisata sekaligus.
Secara harfiah, nama
pringsewu berasal dari bahasa jawa yang berarti bambu seribu (pring= bambu dan sewu=
seribu). Mayoritas penduduk kabupaten pringsewu berasal dari pulau jawa datang
ke daerah ini melaui program kolonisasi pemerintah colonial belanda pada
sekitar tahun 1925.
![]() |
| Talang Beralas Pelat Baja |
Saat itu wilayah
pringsewu merupakan lokasi hutan bambu. Oleh pendatang dari pulau jawa, areal
hutan bambu yang luas itu dibuka untuk dijadikan lahan pemukiman dan pertanian.
Selanjutnya hutan bambo yang telah berubah menjadi pemukiman dan lahan
pertanian tersebut di beri nama pringsewu yang artinya bambu seribu.
Keunikan lain yang dapat
kita temui di Kabupaten Pringsewu adalah nama Desa dan Kecamatan yang menggunakan
nama - nama di daerah di pulau jawa , seperti klaten, ambarawa, banyumas,
sukoharjo dan lain sebagainya. Nama – nama itu memang digunakan sesuai degan
asal penduduk nya .
Seiring berjalannya
waktu, pemerintah colonial belanda menilai pringsewu sangat potensial untuk
dikembangkan sebagai sentra pertanian di wilayah lampung. Namun secara
geografis, lokasi lahan - lahan di pringsewu sulit mendapatkan pengairan yang maksimal.
Sebagian besar lahan pertanian (sawah) penduduk berada di lereng perbukitan.
Kondisi ini membuat suplai air ke lahan pertanian tersebut sulit di lakukan
secara normal .
![]() |
| Foto : Anton |
Belanda yang memang
terkenal dengan teknologi system pengairan, akhirnya berinisiatif membangun
sejumlah talang air pada sekitar tahun 1937. Talang air ini berfungsi sebagai
penyuplai air ke lahan pertanian warga dari satu bukit ke bukit lain nya.
Talang air ini berbentuk setengah lingkaran seperti drum di belah dua dengan
diameter sekitar 3 meter. Talang air ini membentang di ketinggian 15 sampai 25
meter dari satu bukit ke bukit lainnya, di topang dengan tiang besi seukuran
tiang kabel telpon.
Tiang - tiang penyangga
itu ditanam dalam pondasi beton yang kokoh. Panjang talang air itu bervariasi,
mulai dari 75 sampai 150 meter. Bagian talang di tutupi bilah – bilah besi
berukuran sekitar 15 centimeter. Jarak antara bilah besi satu dengan yang lainnya
mencapai sekitar 10 centi meter. Selan sebagai penutup talang air , bilah-bilah
besi itu juga berfungsi sebagai lantai jembatan yang di gunakan penduduk untuk
menyebrang dari satu bukit ke bukit lainnya .
Bagian bawah jembatan yg
berbentuk setengah lingkaran (drum di beah dua) merupakan tempat mengalirnya
air yang akan di distribusikan ke lahan pertanian warga.
Saat ini ada lima unit
talang air yg masih di berfungsi. Empat talang air berada di Kecamatan Pringsewu
, dua di pekon (desa) Bumiayu dan dua lainnya berada di Kelurahan Pajaresuk.
Satu talang lagi berada di pekon Bumiratu, Kecamatan Pagelaran, jarak satu
talang ke talang lainnya 1 hingga 2,5 kilometer atau dalam radius 4 kilometer.
“Sembilan puluh persen
matrial bangunan talang ini masih asli tinggalan zaman Belanda, hanya lantai
jembatan saja yang diganti. Tadinya kayu, sekarang diganti bilah besi,” ungkap
joko (40) salah satu warga Pekon Bumiayu.
Selain tetap di
fungsikan sebagai sarana penyuplai air dan jembatan penghubung transportasi
warga, saat ini keberadaan talang air raksasa peninggalan belanda tersebut juga
di jadikan sarana wisata bagi masyarakat. Kebanyakan pengunjung merasa kagum
dengan keunikan bangunan peninggalan belanda itu.
![]() |
| Foto : Azhan Z. |
Suasana alam pedesaan
dengan hamparan sawah dan perkebunaan talang air tersebut menjadi daya tarik
tersendiri bagi pengunjung yang datang. Bagi yang hobi potografi , landscape di
sekitar talang cocok sekali untuk lokasi pengambilan gambar lewat jepretan
camera.
“Banyak masyarakat yang
berwisata ke talang ini, terutama pada hari libur. Biasanya pengunjung mencoba
merasakan sensasi berjalan di atas talang yang membentang di ketinggian 15
sampai 2 meter, kemudian merek berfoto dengan latar belakang pemandangan sawah
dan perbukitaan” terang joko.
Untuk menuju lokasi
talang air ini sangat mudah, bisa di capai oleh sepeda motor atau mobil. Dari
pusat kota pringsewu jaraknya hanya 1 kilometer melalui jalur lintas barat
menuju simpang kelurahan pajaresuk. Selain itu pengunjung juga bisa menggunakan
jalur alternative menuju lokasi talang air ini melalui Pekon Podorejo dan Bumiarum,
Kabupten Pringsewu.
Jika inggin melancong
kesana, pegunjung yang datang tidak di pungut biaya tiket, Cukup dengan
membayar retribusi parkir yang di kelola penduduk setempat. Kita dapat
menikmati wisata sejarah dan agrowisata alam pedesaan sepuasnya, memang lokasi
ini belum di kelola secara resmi, belum ada fasilitas yang memadai bagi
pengunjug yang datang. semua masih serba alami.
Tidak jauh dari lokasi
talang, pengunjung juga bisa menikmati lokasi wisata rohani yang di kenal
dengan nama goa maria. Goa ini di jadikan tempat sakral oleh umat katolik dari
berbagai daerah. “kalau yang datang ke goa maria ini, bukan saja dari lampung,
banyak juga dari pulau jawa,” kata joko.
Bukan hanya talang air
dan goa maria yang bisa kita temui di sekitar wilayah ini, pengunjung juga
dapat melihat langsung panaroma lahan persawahan bersusun atau yang di kenal
dengan istilah sawah subak seperti yang ada di pulau dewata bali.
Warga berharap, pemkab
pringsewu dapat mengembangkan lokasi talang air ini menjadi obyek wisata yang lebih
baik lagi. “kami sih maunya di kembangkan menjadi objek wisata, terutama jalan
menuju talang ini dilebarkan dan di perbaiki. Jalan ini sempit sekali, hanya
bisa dilalui satu mobil dari satu arah saja. Jadi kalau ada mobil yang mau
masuk lokasi atau keluar bersamaan harus gantian,” terang suparno salah satu
penduduk setempat.
Seiring berjalannya
waktu, papan spanel itu rusak dan diganti dengan bilah-bilah besi. Adapun sumber
air yang di suplai melalui talang tersebut berasal dari hulu sungai way napal,
di kecamatan pugung, kabupaten tanggamus. Sebelum masuk ke talang, aliran air
sungai way napal di tampung di bendungan pekon gumukmas, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten
Pringsewu.
Dari bendungan gumukmas,
air di alirkan ke sungai way tebu III, hingga terus merayap ke talang I di
pekon Bumiratu Kecamatan Pagelaran, selanjutnya suplai air di bagi lagi ke
talang di perbukitan pekon Bumiayu dan di perbukitan Kelurahan Pajaresuk, Kecamatan
Pringsewu. Berdasarkan catatan kelima talang air itu mampu mengairi lahan
pertanian seluas 5 ribu hektar pada wilayah tersebut.
sumber : harianfajarsumatera.com
Our little blue world
is full of fascinating places to visit. There are 196 countries, 5
oceans, 85 seas, numerous rivers, cities and mountains spread evenly
across the globe. Each place has its own charm, uniqueness, different
culture, which can intrigue you or just stupefy you.
We present the worlds 10 most fascinating places to visit one day. Use
the arrows to navigate.
Copyright © http://www.gloholiday.com. Read more at http://www.gloholiday.com/10-fascinating-places-to-visit-one-day/ .
Copyright © http://www.gloholiday.com. Read more at http://www.gloholiday.com/10-fascinating-places-to-visit-one-day/ .



0 Response to "WOW ...!!! INI YANG WAJIB KAMU KUNJUNGI SAAT DI PRINGSEWU ...."
Posting Komentar